KEMITRAAN – ORGANISASI

Pengertian

Jejaring kerja dan kemitraan pada lazimnya juga dikenal dengan istilah “partnership”. Secara etimologis, istilah “partnership” berasal dari kata “partner” yang berarti pasangan, jodoh, sekutu atau kompanyon. Sedangkan “partnership” diterjemahkan sebagai persekutuan atau perkongsian. Dengan demikian, kemitraan dapat dimaknai sebagai suatu bentuk persekutuan antar dua pihak atau lebih yang membentuk satu ikatan kerjasama di suatu bidang usaha tertentu atau tujuan tertentu sehingga dapat memperoleh manfaat hasil yang lebih baik. Jaringan atau Networking adalah proses kebersamaan. Selain itu, networking juga diartikan sebagai jalinan hubungan yang bermanfaat dan salingmenguntungkan. Dalam arti kata lain, membangun networking haruslah berlandaskan prinsip saling menguntungkan dan komunikasi dua arah (dialogis). Pada kenyataannya di lapangan, jejaring kerja dan kemitraan dapat dimaknai menjadi dua:

  • Pertama, bahwa walaupun pada tataran konseptual terdapat sentuhan kesamaan, namun pada praktiknya antara membangun jejaring kerja dengan kemitraan terdapat perbedaan. Jejaring kerja merupakan bentuk kerja sama yang masih belum konkret wujudnya karena peran para pihak belum bisa dimainkan. Sementara di sisi yang lain, kemitraan merupakan wujud yang lebih konkret dari jalinan kerjasama karena semua pihak yang terlibat dalam kemitraan mengetahui dan mampu memainkan perannya masing-masing sesuai dengan aturan ataupun batasan yang telah disepakati bersama.
  • Kedua, bahwa jaringan kemitraan merupakan awal dari jalinan kemitraan atau dengan kata lain bahwa tindak lanjut dari jaringan kemitraan. Pada titik ini, antara Fasilitator dan Jaringan kemitraan dapat diibaratkan sebagai sebuah mata uang dimana masing-masing sisinya tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

Hakikat Membangun Jaringan Kemitraan

Membangun jaringan kemitraan pada hakikatnya adalah sebuah proses membangun komunikasi atau hubungan, berbagi ide, informasi dan sumber daya atas dasar saling percaya (trust) dan saling menguntungkan di antara pihak-pihak yang bermitra, yang dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman atau perjanjian kontrak tertentu guna mencapai kesuksesan bersama yang lebih besar. Dari definisi tersebut dapat dijelaskan bahwa membangun jejaring kerja dan kemitraan pada dasarnya dapat dilakukan jika pihak-pihak yang bermitra memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • Ada dua pihak atau lebih organisasi;
  • Memiliki kesamaan visi dalam mencapai tujuan organisasi;
  • Ada kesepahaman atau kesepakatan;
  • Saling percaya dan membutuhkan;
  • Komitmen bersama untuk mencapai tujuan yang lebih besar.

Oleh karena itu Organisasi APTECH Jawa Timur membangun kemitraan dengan beberapa Organisasi Daerah di wilayah Jawa Timur, diantaranya adalah :


Selengkapnya…

Scroll to Top